Beranjak remaja Hartono dan Hartini berguru pada seorang kakek berilmu dan sakti. Dengan harapan memperoleh ngangsu kawruh ilmu guna kasentikan. Setiap hari mereka berlatih. Setiap hari mendapatkan hal yang baru. Setiap hari memperoleh ilmu dari kakek
Pada suatu hari, kakek meminta Hartono dan Hartini untuk makan siang bersama di tepi sungai. Permintaan kakek disambut gembira sepasang saudara kembar yang selalu bersama-sama itu. Selama makan siang tak sepatah katapun keluar dari mulut kakek. Raut wajah kakek pun tidak seperti biasanya. Hartini yang dari tadi memperhatikan kakek tidak pula mengeluarkan suara sedikit pun dari mulutnya. Hartono sangat menikmati ayam bakar di depannya dengan mentimun dan kemangi sebagai lalapan kesukaannya.
“Tumben kakek mengajak kita makan siang?” celoteh Hartono.
“Sudah lama kita belajar bersama. Kakek sudah menganggap kalian berdua seperti cucu-cucuk kakek sendiri”.