Showing posts with label klasik. Show all posts
Showing posts with label klasik. Show all posts

Wednesday, April 2, 2014

Nobody's Boy, Karya Klasik, Masih Asyik


Nobody's Boy (Sebatang Kara) Karya klasik terbitan tahun 1878. Penulisnya berasal dari Prancis, HECTOR MALOT(20 Mei 1830 - 17 Juli 1907). Buku ini sangat terkenal sebagai buku anak-anak. Meskipun sebenarnya tidak dimaksud demikian.

Buku ini berkisah tentang perjalan seorang anak bernama Remi yang sejak kecil tinggal di Chavanon, kota termiskin di Prancis. Selama 8 tahun diasuh oleh wanita baik hati bernama Ibu Barberin. Kehidupan Remi berubah Ketika Jerome, suami Ibu Barberin Pulang dari Kota Perancis. Kepulangan Jerome mengungkapkan bahwa Remi ternyata bukan anak kandung mereka. Kenyataan pahit harus diterima Remi. Jerome yang cacat karena kecelakaan kerja merasa keberatan mengasuh Remi. Memutuskan untuk menjual Remi kepada seorang laki-laki tua.

The Adventures Of Tom Sawyer Karya Mark Twain, Petualangan Mengesankan Seorang Anak



The Adventures Of Tom Sawyer

The Adventures Of Tom Sawyer karya Bapak Sastra Amerika Mark Twain yang mengisahkan petualangan seorang anak yang sangat mengesankan. Sebagian besar cerita dari Novel ini merupakan pengalaman dari Mark Twain dan teman-temannya. Cerita yang cukup ringan untuk dinikmati ketika bersantai namun memiliki makna yang luar biasa dalam. Mark Twain mencoba mengajak kita menyelami dunia anak-anak yang unik. Kebohongan yang menggelikan dan beberapa kepolosan yang tak pernah lepas dari dalam diri seorang bocah.

Tokoh utama dalam Novel ini adalah Tomas Sawyer, tapi dia lebih suka dipanggil dengan sebutan Tom Sawyer. Banyak orang menganggap Tom sebagai anak nakal. Khususnya Bibi Polly yang merawatnya sejak kecil. Tak heran jika Bibi Polly sering memarahi Tom, karena tom sering bermain dan tidak suka melakukan sebuah pekerjaan.

Trilogy Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari



Diangkat Dalam Sebuah Film Sang Penari
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pendukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua ingin pernah bersama ronggeng itu. Dari kaula biasa hingga pejabat-pejabat desa maupun kabupaten. Namun malapetaka politik tahun 1965 membuat dukuh tersebut hancur, baik secara fisik maupun mental. Karena kebodohannya, mereka terbawa arus dan divonis sebagai manusia-manusia yang telah mengguncangkan negara ini. Pedukuhan itu dibakar. Ronggeng beserta para penabuh calungnya ditahan. Hanya karena kecantikannyalah Srintil tidak diperlakukan semena-mena oleh para penguasa di penjara itu. Namun pengalaman pahit sebagai tahanan politik membuat Srintil sadar akan harkatnya sebagai manusia. Karena itu setelah bebas, ia berniat memperbaiki citra dirinya. Ia tak ingin lagi melayani lelaki mana pun. Ia ingin menjadi wanita somahan. Dan ketika Bajus muncul dalam hidupnya, sepercik harapan timbul, harapan yang makin lama makin membuncah. Tapi, ternyata Srintil kembali terempas, kali ini bahkan membuat jiwanya hancur berantakan, tanpa harkat secuil pun...

Ronggeng Dukuh Paruk, novel yang diterbitkan tahun 1982 berkisah tentang pergulatan penari tayub di dusun kecil, Dukuh Paruk pada masa pergolakan komunis. Karyanya ini dianggap kekiri-kirian oleh pemerintah Orde Baru, sehingga Tohari diinterogasi selama berminggu-minggu. Hingga akhirnya Tohari menghubungi sahabatnya Gus Dur, dan akhirnya terbebas dari intimidasi dan jerat hukum.

Max Havelaar Selalu Hidup Di Indonesia



Sampul Pertama Kali Max Havelaar
Max Havelaar adalah sebuah novel karya Multatuli atau Eduard Douwes Dekker. Seorang kebangsaan Belanda. Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1860, yang diakui sebagai karya sastra Belanda yang sangat penting karena memelopori gaya tulisan baru.

Novel ini terbit dalam bahasa Belanda dengan judul asli "Max Havelaar, of de koffij-veilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappij" (bahasa Indonesia: "Max Havelaar, atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda")

Multatuli menulis Roman ini selama sebulan pada tahun 1859 di sebuah losmen di Belgia. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1860 roman itu terbit untuk pertama kalinya. Di Indonesia, karya ini sangat dihargai karena untuk pertama kalinya inilah karya yang dengan jelas dan lantang membeberkan nasib buruk rakyat yang dijajah. Max Havelaar bercerita tentang sistem tanam paksa yang menindas kaum bumiputra di daerah Lebak, Banten. Max Havelaar adalah karya besar yang diakui sebagai bagian dari karya sastra dunia. Di salah satu bagiannya memuat drama tentang Saijah dan Adinda yang sangat menyentuh hati pembaca, sehingga sering kali dikutip dan menjadi topik untuk dipentaskan di panggung.

Novel Pembangkit Idealisme "De Winst" By Afifah Afra



De Winst By Afifah Afra


Bagi kamu penyuka novel pembangkit idealisme, wajib membaca “De Winst” karya Afifah Afra. De Winst adalah kata dari bahasa Belanda yang berarti laba atau profit. Novel ini berlatar tahun 1900’an, dimana Indonesia masih menjadi jajahan Belanda. Tokoh utama dalam novel ini adalah pangeran dari keraton Surakarta, yang merupakan sarjana ekonomi Universiteit Leiden yang bernama RM Rangga Puruhita.

Kembalinya Rangga ke Hindia Belanda merupakan awal dari kisah ini. Yang kemudian jatuh cinta kepada wanita Belanda bermata biru, Everdine Kareen Spinoza. Namun, ternyata Rangga dijodohkan dengan saudara sepupunya, Rr. Sekar Prembayun. Novel ini bukan hanya berisi kisah percintaan yang menarik dan unik.

Thursday, December 6, 2012

Novel Botchan Insipirasi Anak Nakal Menjadi Anak Baik


Botchan By Natsume Soseki

Seperti cerita The Adventures of Huckleberry Finn, Botchan mengisahkan pemberontakan seorang guru muda terhadap "sistem" di sebuah sekolah desa. Sifat Botchan yang selalu terus terang dan tidak mau berpura-pura sering kali membuat ia mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. 

Cerita yang dituturkan secara humoris ini sangat populer di kalangan tua dan muda di Jepang, dan barangkali merupakan novel klasik yang paling banyak dibaca di Jepang modern.