Showing posts with label Sanggar Guna. Show all posts
Showing posts with label Sanggar Guna. Show all posts

Monday, August 3, 2015

The Moneyless Man - Mark Boyle

 The Moneyless Man - Mark Boyle
Ini bukan Novel, tapi membaca buku karangan Mark Boyle bagaikan membaca sebuah novel. Sebuah kisah nyata yang ditulisnya dalam sebuah buku. Pengalaman satu tahun hidup tanpa uang. Bagi siapapun di zaman modern tentu saja tidak pernah seorangpun yang membayangkan hidup tanpa uang. Bahkan mungkin akan merasa tak bisa hidup tanpa uang. Begitu besarnya ketergantungan manusia terhadap uang membuat Mark Boyle begitu prihatin. Karena efeknya ternyata sangat besar terhadap kehidupan.

Sekarang ini manusia begitu sibuknya memperebutkan uang. Dengan berbagai macam cara ingin memiliki harta kekayaan yang melimpah. Bahkan rela berhutang di bank untuk menikmati gaya hidup yang diinginkan. Hilangnya budaya kerjasama antar manusia ketika semua hal harus dihargai dengan uang. Dahulu orang-orang akan senang hati membantu tetangganya yang akan membangun sebuah rumah. Tapi kini, siapapun tak akan ada yang mau membantu orang lain untuk mengerjakan sesuatu tanpa ada imbalan uang. Uang memang telah mengubah perasaan manusia. Uang juga telah membuat manusia merusak lingkungan. Ekspoitasi hutan besar-besaran, mengambil hasil tambang, minyak hanya untuk memperkaya diri tanpa memperdulikan lingkungan hidup. Itulah beberapa faktor yang menyebabkan Mark Boyle memutuskan untuk melakukan eksperimen Setahun Hidup Tanpa Uang. 

Thursday, June 25, 2015

Resensi The Kite Runner Karya Khaled Hosseini

The Kite Runner - Khaled Hosseini
The Kite Runner merupakan sebuah Novel Best Seller  karya Khaled Hosseini. Novel ini terbit tahun 2003. Diangkat ke layar lebar tahun 2007. Pertama kali diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh M. Nugrahani tahun 2008. Novel ini berlatar Afganistan dan Amerika Serikat. Dengan pemeran utama dalam Novel ini adalah Amir. Seorang anak laki-laki kaum Pashtun.

Kisah ini berawal dari persahabatan antara Amir dan Hasan. Saudara sepersusuan yang dibesarkan bersama. Amir merupakan kaum Pashtun anak dari Agha Sahib. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya. Sedangkan Hasan adalah anak dari Ali seorang kaum Hazara yang merupakan pembantu di rumah Amir. Ketika Hasan berusia 5 hari ibunya pergi meninggalkannya. Seorang wanita yang sangat cantik dan memikat semua mata lelaki yang melihatnya. 

Amir dan Hasan bersahabat sejak kecil. Setiap musim panas dia bermain di luar rumah. Di bukit, di pasar, di manapun yang mereka inginkan. Bermain layang-layang adalah salah satu permainan favorit mereka. Bukan hanya mereka melainkan seluruh masyarakat Kabul. Setiap musim dingin mereka menghabiskan waktu bermain kartu didekat perapian dalam rumah dan menonton film favorit mereka sepanjang waktu.

Sejak kecil Amir sangat gemar membaca buku maupun menulis. Sedangkan Hasan tidak mengenyam bangku sekolah dan dia buta huruf. Meskipun Amir sangat sayang pada Hasan namun dia tidak berniat untuk mengajari Hasan baca tulis. Terkadang dia sedikit iri karena Ayah/Baba nya juga menyayangi Hasan sepenuh hati. Hasan dan Amir suka bermain diatas bukit memandangi seluruh Kabul dan Amir akan membacakan buku untuk Hasan. Meskipun Hasan tak bisa Baca tulis namun dia sangat antusias menyimak cerita yang dibacakan Amir. Terkadang Amir mengarang sendiri cerita yang diceritakan pada Hasan, bukan seperti yang ada dibuku. 

Saturday, May 23, 2015

Totto-Chan's Children Kisah Penderitaan Anak-Anak Di Seluruh Dunia

Totto Chan's Childer
Totto-Chan's Children. Baru melihat judulnya saja rasanya sedikit aneh. Apa itu artinya? Bagaimana isi bukunya? Ketika aku melihat sampulnya, memang sekilas terlihat gambar anak-anak sedang tertawa bahagia. Mungkinkah bercerita tentang kebahagiaan anak-anak? Begitu banyak hal yang menjadi pertanyaan yang hanya bisa terjawab jika aku membaca buku ini.

Buku ini ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi yang merupakan true strory. Rangkaian perjalanan kemanusiaan untuk anak-anak di dunia. A goodwill journey to the Children of the world. Sebelum membaca isi buku yang sering aku lakukan adalah membaca Biografi singkat penulis yang biasanya berada di halaman belakang. Ternyata Tetsuko Kuroyanagi merupakan seorang artis Jepang. Dia juga seorang penulis dan ahli panda. Entahlah apa itu artinya ahli Panda. Mungkin dia mengetahui banyak hal tentang panda. Dan bahkan dia juga menulis buku berjudul Panda and I. Sebuah buku berjudul Totto-Chan : Gadis Cilik Di Jendela pernah ditulisnya dan benar-benar menjadi best seller di Jepang dan di dunia. Sayangnya aku belum pernah membacanya. 

Totto-Chan's Children berarti anak-anak Totto-Chan's. Totto Chan sendiri adalah nama kecil dari penulis buku ini yaitu Tetsuko Kuronayagi. Sebenarnya buku ini merupakan sebuah catatan perjalanan yang dibuat oleh Tetsuko Kuronayagi ketika dia menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF sejak tahun 1984 dan 1997. Selama itu dia mengunjungi berbagai negara yang mengalami banyak masalah. Karena kekeringan, perang saudara, konflik politik, wabah penyakit dan berbagai macam masalah yang tentu saja membuat banyak anak-anak menderita.

Friday, April 18, 2014

Backpaker bersama Trinity dan The Naked Traveler

Jalan-jalan, siapa sih yang nggak suka? Menikmati tempat hiburan yang memikat dan menghibur. Sebagian besar dari kita pasti sangat mengukai liburan dan jalan-jalan. Terkadang bingung nyari referensi tempat yang asyik. Meskipun sudah googling di internet! Dan ternyata hasilnya sangat mengecewakan. Tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Penat dengan novel, akupun membaca sebuah buku tentang liburan. Awalnya gak begitu tertarik. Namun, ketika membaca beberapa cerita di dalamnya. Wow... sensasinya luar biasa mengasikkan. Rasanya seperti bisa menikmati liburan dan jalan-jalan meskipun lagi tiduran didalam kamar. Sebuah cerita perjalanan yang dirangkum apik oleh Trinity. Seorang backpacker wanita Indonesia yang suka keliling dunia.

Wednesday, April 2, 2014

Nobody's Boy, Karya Klasik, Masih Asyik


Nobody's Boy (Sebatang Kara) Karya klasik terbitan tahun 1878. Penulisnya berasal dari Prancis, HECTOR MALOT(20 Mei 1830 - 17 Juli 1907). Buku ini sangat terkenal sebagai buku anak-anak. Meskipun sebenarnya tidak dimaksud demikian.

Buku ini berkisah tentang perjalan seorang anak bernama Remi yang sejak kecil tinggal di Chavanon, kota termiskin di Prancis. Selama 8 tahun diasuh oleh wanita baik hati bernama Ibu Barberin. Kehidupan Remi berubah Ketika Jerome, suami Ibu Barberin Pulang dari Kota Perancis. Kepulangan Jerome mengungkapkan bahwa Remi ternyata bukan anak kandung mereka. Kenyataan pahit harus diterima Remi. Jerome yang cacat karena kecelakaan kerja merasa keberatan mengasuh Remi. Memutuskan untuk menjual Remi kepada seorang laki-laki tua.

CADO-CADO kuadrat, Obat Stress Paling Manjur


CADO-CADO kuadrat, Dokter Muda Serba Salah karya Ferdirivs Hamzah. Buku yang bisa menjadi teman bersantai anda. Berisi cerita-cerita lucu, tengil, dan obat antis stress. Mungkin kamu adalah salah satu orang yang benci rumah sakit. Muak dengan bau obat dan berbagai macam penyakit yang campur aduk didalamnya. Namun, di buku ini kamu bakal menemukan hal-hal yang nyeleneh yang mungkin tak pernah terpikirkan dalam otakmu.

Siapkan dirimu untuk ketawa ketika membaca buku ini. Banyak cerita menarik yang bisa kamu nikmati lhoo...

Ibu yang sedang menjalani persalinan itu saking terharunya melihat usaha kami sampe berteriak, “Doookk! Huf... Huf...Huf... Aduhhh... Huf... Huf...Huf... dorong... dorong, saya jadi pengen pup! ... Huf... Huf...Huf...”

Burned Alive Tindak Kejahatan Atas Nama Kehormatan


Burned Alive By Souad
Burned Alive, kisah nyata yang mengguncangkan tentang seorang perempuan yang  lolos dari pembunuhan atas nama kehormatan. Kisah yang dialami dan ditulis oleh Souad. Perempaun yang berasal disalah satu desa di Pakistan yang masih memegang teguh adat istiadat kuno. Kebiasaan merendahkan wanita, memukuli, menyiksa, menjadikan mereka budak yang tak berharga. Bahkan diceritakan seorang ibu tega mencekik anaknya hingga mati jika itu perempuan. Didesa itu seorang gadis dilarang menatap wajah laki-laki, berjalan dengan tegak dan membantah. Seorang perempuan harus bekerja, menurut, berjalan cepat dengan menatap kaki.

The Adventures Of Tom Sawyer Karya Mark Twain, Petualangan Mengesankan Seorang Anak



The Adventures Of Tom Sawyer

The Adventures Of Tom Sawyer karya Bapak Sastra Amerika Mark Twain yang mengisahkan petualangan seorang anak yang sangat mengesankan. Sebagian besar cerita dari Novel ini merupakan pengalaman dari Mark Twain dan teman-temannya. Cerita yang cukup ringan untuk dinikmati ketika bersantai namun memiliki makna yang luar biasa dalam. Mark Twain mencoba mengajak kita menyelami dunia anak-anak yang unik. Kebohongan yang menggelikan dan beberapa kepolosan yang tak pernah lepas dari dalam diri seorang bocah.

Tokoh utama dalam Novel ini adalah Tomas Sawyer, tapi dia lebih suka dipanggil dengan sebutan Tom Sawyer. Banyak orang menganggap Tom sebagai anak nakal. Khususnya Bibi Polly yang merawatnya sejak kecil. Tak heran jika Bibi Polly sering memarahi Tom, karena tom sering bermain dan tidak suka melakukan sebuah pekerjaan.

Novel Pembangkit Idealisme "De Winst" By Afifah Afra



De Winst By Afifah Afra


Bagi kamu penyuka novel pembangkit idealisme, wajib membaca “De Winst” karya Afifah Afra. De Winst adalah kata dari bahasa Belanda yang berarti laba atau profit. Novel ini berlatar tahun 1900’an, dimana Indonesia masih menjadi jajahan Belanda. Tokoh utama dalam novel ini adalah pangeran dari keraton Surakarta, yang merupakan sarjana ekonomi Universiteit Leiden yang bernama RM Rangga Puruhita.

Kembalinya Rangga ke Hindia Belanda merupakan awal dari kisah ini. Yang kemudian jatuh cinta kepada wanita Belanda bermata biru, Everdine Kareen Spinoza. Namun, ternyata Rangga dijodohkan dengan saudara sepupunya, Rr. Sekar Prembayun. Novel ini bukan hanya berisi kisah percintaan yang menarik dan unik.

Sunday, February 9, 2014

Jalan Jalan Ke Bojonegoro Jangan Lupa Mampir Di Sanggar Guna

Diruang Anak
Sanggar Guna, perpustakaan Favoritku. Tempatnya bersih, rapi, indah, dan nyaman. Penjaganya ramah-ramah. Koleksi bukunya banyak. Dari yang klasik sampai modern. Dari cerita anak-anak sampai cerita rumah tangga. Pengarang Indonesia, sampai manca.

Milih Buku

Thursday, December 6, 2012

Novel Botchan Insipirasi Anak Nakal Menjadi Anak Baik


Botchan By Natsume Soseki

Seperti cerita The Adventures of Huckleberry Finn, Botchan mengisahkan pemberontakan seorang guru muda terhadap "sistem" di sebuah sekolah desa. Sifat Botchan yang selalu terus terang dan tidak mau berpura-pura sering kali membuat ia mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. 

Cerita yang dituturkan secara humoris ini sangat populer di kalangan tua dan muda di Jepang, dan barangkali merupakan novel klasik yang paling banyak dibaca di Jepang modern.


Sunday, May 27, 2012

Workshop Menulis Features Dan Fiksi Part 5


Meskipun Aku terlambat setengah jam, aku masih punya sedikit catatan yang bisa di share di blog buat teman-teman. Masih diselenggarakan di Sanggar Guna bersama Mas Annas. Workshop membahas tentang ESSAY
Menulis Essai dibutuhkan penulis yang ahli. Menulis feature digunakan untuk latihan menulis. Seorang jurnalis akan merasa puas setelah menyelesaikan tulisan features. Mas Anas mengibaratkan penulis adalah seorang koki dan bumbunya adalah data-data. Seorang koki mampu meracik bumbu yang pas untuk masakannya. Sedangkan seorang penulis bisa merangkai kata yang pas ketika menulis. Seorang koki hebat akan menghasilkan makanan yang hebat dengan rasa yang pas di lidah. Seperti halnya sebuah Essay. Essay adalah hasil tulisan dari seorang penulis hebat. Karena dengan rangkaian kata-katanya, pembaca bisa dihanyutkan dalam sebuah tulisan essay.

Saturday, May 26, 2012

WORKSHOP MENULIS FEATURE DAN FIKSI KE 4 “FEATURES”

Workshop menulis feature dan fiksi masih berlanjut sampai pertemuan yang ke 4. Pertemuan yang ke empat diadakan pada tanggal 26 Mei 2012 di Sanggar Guna Bojonegoro. Pukul 08.30 adalah waktu berkumpul para peserta workshop. Namun, molor sampai pukul 09.30. Beberapa peserta yang sudah berkumpul di depan sanggar guna duduk di sebuah gubuk yang sengaja di buat untuk pengunjung sanggar guna. Beberapa diantara kita sibuk membaca Koran Radar Bojonegoro dan Jawa Pos.

Saturday, May 19, 2012

Workshop Menulis Features dan Fiksi Part 3 'CERPEN'


Workshop yang ketiga masih dilakukan di Sanggar Guna, dengan Pemateri Yonathan Rahardjo. Tema kali ini adalah Menulis Cerpen. Yonathan Raharjo adalah orang Asli Bojonegoro yang terkenal akan cerpen-cerpennya yang sering dimuat oleh media massa, khususnya Radar Bojonegoro.
Workshop dibuka oleh beberapa kata pengantar dari Mas Tohir dan tanpa bertele-tele dilanjutkan oleh Yonathan Rahardjo. Awalnya, satu persatu dari kita diwajibkan mengenalkan diri dan alamat rumah. Lalu dilanjut dengan beberapa pertanyaan yang jarang sekali ditanyakan oleh pemateri-pemateri sebelumnya. Seperti, sudah pernah membuat cerpen? Berapa kali membuat cerpen dalam seminggu? Berapa kali membuat cerpen dalam sebulan? Sudah pernah mengirimkan tulisan di media massa? Sudah berapa kali tulisan pernah di muat media massa? Berapa target menulis cerpen dalam satu tahun?

Sunday, May 13, 2012

Workshop Menulis Feature Dan Fiksi Ke Dua Bersama Mardi Luhung


Mentari bersinar begitu teriknya pada Minggu pagi 13 Mei 2012. Hari kedua dari Workshop menulis ini sangat special karena dihadirkan pemateri yang sangat terkenal akan puisi-puisinya. Seorang yang biasa dipanggil “H O” itu ternyata bernama “Mardi Luhung”. Nama yang tak asing untukku sebenarnya. Pernah disebutkan oleh Om Praw berkali-kali waktu kopdar Blogger Bojonegoro. Bahkan, sampul buku yang kemarin aku foto adalah buku karangannya. Sebuah buku berjudul “Ciuman Bibir Yang Kelabu”.  Baru ku sadari itu ketika aku mulai melihat-lihat file foto beberapa hari yang lalu.

Wednesday, April 11, 2012

LETTER TO GOD


Nonton Film
Sepulang dari kantor Koperasi KSP Setya Bakti. Aku bergegas menuju sanggar guna. Tanpa menjemput Dedek. Ku kira Dedek pergi bersama Mas Djuna. Sesampainya di Sanggar Guna sudah ada Mas Doni bersama kawan-kawan. Ternyata Mas Djuna belum datang. Mungkin gak datang. Sudah lama dia tak menampakkan diri di Sanggar Guna.
Aku duduk disamping Mas Doni. Dia malah memberi pertanyaan padaku yang baru datang. “Dedek tidak kamu ampiri?”.
“Nggak. Tak kira udah ada disini sama Mas Djuna.”
Ini gara-gara habis ngelamar kerja tadi. Efeknya masih kebawa sampai ke Sanggar Guna. Tadi pagi Pukul 05:54:30 Mas Annas mengirimkan pesan singkat kepadaku, dan pastinya juga untuk semua teman-teman. Yang isinya begini ;
Kawan2 pagi ini kita nonton film ya, judulnya Surat Kecil untuk Tuhan…”