Showing posts with label Bojonegoro. Show all posts
Showing posts with label Bojonegoro. Show all posts

Sunday, February 9, 2014

Jalan Jalan Ke Bojonegoro Jangan Lupa Mampir Di Sanggar Guna

Diruang Anak
Sanggar Guna, perpustakaan Favoritku. Tempatnya bersih, rapi, indah, dan nyaman. Penjaganya ramah-ramah. Koleksi bukunya banyak. Dari yang klasik sampai modern. Dari cerita anak-anak sampai cerita rumah tangga. Pengarang Indonesia, sampai manca.

Milih Buku

Saturday, July 21, 2012

Tangisan Awal Ramadhan


Pada umumnya orang Islam di seluruh Indonesia melaksanakan ibadah puasa hari ini. Meskipun ada beberapa penganut aliran yang mendahului puasa. Aku sendiri tak ada persiapan apa-apa untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan tahun ini. Meskipun ditahun-tahun sebelumnya pun tak pernah ada persiapan apa-apa yang begitu berarti. Kalau waktunya puasa ya puasa aja.

Saturday, June 2, 2012

Lomba Menulis Esai Se Kabupaten Bojonegoro




Tema :


  1. Perpustakaan yang menginspirasiku
  2. Perpustakaan Umum sebagai ruang public
  3. Menghidupkan perpustakaan, Membangun komunitas
  4. Ibuku perpustakaan pertamaku
  5. Membaca mengubah kehidupan
  6. Mengembangkan budaya membaca dan menulis di kabupaten Bojonegoro

Thursday, May 10, 2012

Mogok Menyebalkan


Menunggu Kereta Lewat
Tadi pagi, waktunya semua berangkat sekolah. Tiba-tiba datang tamu untuk PakDe. Seorang laki-laki setengah baya beserta seorang wanita muda mendatangi rumah. Belum ada jam 7 pagi mereka sudah mertamu di rumah orang. Sepertinya memang sedang ada kepentingan dengan PakDe. Tapi kepentingan mereka membuat PakDe gak bisa ngantar Rifa berangkat ke sekolah.
Aku yang sedang menelpon Mas Irul dikamar tiba-tiba dipanggil Ibuk. “Mbak, adik’e anter sekolah ya!?”
“Oh, iya Bude” Jawabku, dan langsung menghentikan pembicaraanku di telepon. Tak ku ganti baju. Hanya saja, ku pakai switer warna ungu. Tak ku kenakan jilbab, ku pikir hanya sebentar. Aku pun langsung mengambil kontak motorku yang bergantungkan souvenir dari Sanggar Guna. Aku pun mulai menstarter.

Saturday, May 5, 2012

Pembukaan Workshop Menulis Features Dan Fiksi


Pembukaan workshop menulis diadakan di Rumah Baca Jl. Munginsidi Kampung Baru Gg. 01 Ds. Sukorejo Kab. Bojonegoro. Kata-kata pembukaan disampaikan oleh Mas Awe. Workshop Menulis features dan fiksi kali ini membahas tentang menulis features oleh Mas Nanang Fachrudin, seorang wartawan sindo dan sekaligus salah satu pendiri Rumah Baca Bojonegoro.
Dari kecil kita sudah diajari untuk membaca dan menulis atau biasanya disingkat tulmenul. Tahun 1700, penduduk Negara Jepang telah terbebas dari buta huruf. Sedangkan di Indonesia sampai sekarang masih banyak sekali orang yang belum bisa baca tulis. Meskipun dari TK anak-anak sudah banyak yang bisa membaca dan menulis tapi ternyata di Indonesia ini masih banyak yang buta huruf.

Friday, May 4, 2012

Perpustakaan Bukan Kuburan


Library
Sebenarnya aku tak pernah menyangka bisa berjumpa lagi dengan seorang wanita yang sungguh luar biasa. Namanya Mbak Sekar. Dulu aku pernah ketemu ketika ada acara diskusi perpustakaan kota seluruh wilayah Bojonegoro di MCM.
Malam ini aku bersama Rifa pergi ke Rumah Baca untuk membantu persiapan acara Workshop Menulis Feature Dan Fiksi yang akan di mulai besok pagi jam 9. Mempersiapkan Id card, buku-buku, pulpen, map, sedangkan Mas Tohir masih didepan laptop dengan desain gambar untuk baner besok. 
Aku ikut berkumpul yang lain di ruang utama bersama ratusan buku yang berjejer-jejer di atas rak. Tiba-tiba Mbak Sekar menegur Awe.
“Eh.. kamu gak liat tuh ada anak kecil? Merokok kok di depan anak kecil! ” dengan nada menyindir tapi blak-blakan.
Spontan Awe langsung melemparkan putung rokok yang masih panjang keluar rumah. Nyala api rokok itu langsung padam seketika karena aspal itu masih basah terkena air hujan satu jam yang lalu.
“Oh, ya ada anak kecil ya?! Aku lupa!!” Sambil masang tampang merasa tidak bersalah. Tiba-tiba Awe memperkenalkan aku di depan Mbak Sekar. Mungkin Mbak Sekar sudah lupa kalau kita sudah pernah ketemu sebelumnya.
“Ini anak IT mbak!” Mata Awe yang dengan sengaja menatapku sambil tersenyum.
“Ayahnya Mbak Sekar kan orang IT juga toh! Jadi kamu bisa Sharing sama Mbak Sekar Ay” Ucapan Awe masih saja di sertai senyuman.
“Iya, itu kan ayah, saya sendiri tidak tahu, oh bukannya tidak tahu. Tapi tidak terlalu mengerti tentang dunia IT.” Jawab mbak Sekar.
“Oh gitu!” tanggapan Awe sama sekali tidak berbobot. Ringan seperti kapas bertebaran kesana-kesini.
“Kalau saya suka sharing sama ayah kalau sedang bermasalah dengan dunia IT. Jadi kalau ada masalah, pasti langsung tak lemparkan ke ayah saya.” Tambah Mbak Sekar.
“Kalau saya sendiri, kalau bermasalah dengan motor pasti tak lempar ke ayah”
“Apa? Ayah mau mbuk lempar motor? Hebat donk! Kayak Herkules ya Ay, ayahmu itu?” Celetus Awe membuat ruangan penuh gelegar tawa.
Mbak Sekar tinggal di Bojonegoro hanya sampai bulan Juni. Jadi setelah itu dia kembali ke Jakarta lagi. Malam ini Mbak Sekar banyak bercerita tentang Perpustakaan yang di kelolanya. Dia bilang “Perpustakaan itu bukan kuburan!”
Aku langsung tersentak mendengar pernyataan dari mbak Sekar. Lalu dia memberi penjelasan lebih lanjut untuk pernyataanya itu.
“Perpustakaan identik dengan suasana sepi dan sunyi. Bahkan hampir mirip seperti kuburan. Di perpustakaan yang saya kelola, semua orang boleh berbicara. Semua di bebaskan dilakukan di perpustakaan. Yang tidak boleh adalah telanjang bulat di perpustakaan. Tapi, kalau pun dia mau telanjang juga silahkan saja.” Hanya orang gila yang mau telanjang di perpustakaan. Bahkan anak kecil sekalipun tetap mengenakan pakaian ketika berada di perpustakaan. Ibunya takut kalau anaknya masuk angin. Mbak Sekar semakin banyak bicara.
“Kalau dulu perpustakaan di buat bersekat-sekat. Satu sama lain tidak bisa melihat apa yang sedang dibaca oleh temannya. Kalau sekarang, sama sekali tak ada sekat yang memisahkan para pengunjung perpustakaan. Interaksi dengan pengguna lain. Sesama pembaca bisa diskusi tentang buku yang dibacanya. Sekarang, perpustakaan memang digunakan sebagai ajang diskusi masyarakat.”
Apa yang dikatakan memang benar, meskipun ada sedikit yang tidak aku setujui. Memang sekarang perpustakaan semakin ramai saja. Contohnya Rumah Baca Bojonegoro, banyak kegiatan yang dilaksanakan disana. Diskusi buki, diskusi masalah-masalah filsafat, ekonomi, politik, budaya, dan masih banyak topik yang dibicarakan. Arisan buku sudah rutin dilaksanakan sebulan sekali. Meskipun  selama aku gabung di Sindikat Baca aku belum pernah mengikuti arisan buku karena keterbatasan waktu. Yang sering dan rutin ku ikuti adalah bengkel menulis setiap hari Sabtu jam 11.00 sampai 13.00 bersama Mas Nanang (Wartawan Sindo).
Mbak sekar mengatakan kalau di perpustakaan yang dikelolanya anak kecil bebas bermain, tidur, bahkan teriak-teriak di perpustakaan.
“Perpustakaan tempat kita have fun. Dimana kita bisa merasa sangat nyaman berada di kumpulan berbagai macam ilmu pengetahuan. Awalnya anak-anak yang bermain di Perpustakaan tak suka dengan buku. Tapi, kalau lama-lama berada di tumpukan berbagai macam buku pasti mereka akan tertarik dan mulai membacanya. Tak hanya anak-anak, semua orang juga akan merasakan hal yang sama ketika berada di perpustakaan.”
Pernyataan dari Mbak Sekar semakin menarik perhatianku. Sungguh pemikiran yang sangat aku sukai. Sangat jauh dari pemikiran Mama. Mama sama sekali tak menyukai jika aku membaca buku. Hanya buku pelajaran yang diperbolehkan untuk ku baca.
Kalau perpustakaan bising. Apakah kita bisa konsen dengan bacaan di depan kita? Itu yang jadi ganjalan. Ketika aku dirumah baca, tak pernah aku bisa konsen membaca buku. Aku lebih suka berdiskusi bersama teman-teman yang ada di rumah baca. Buku yang sepertinya menarik aku bawa pulang dan ku baca dirumah.

Tempat Kejadian : Rumah baca, Jl. Munginsidi Gg.01 Kampungbaru (Selatan Istana FM), Sukorejo Bojonegoro.  
Waktu Kejadian : Jum’at, 4 Mei 2012 Pukul 20.00 – 21.30 WIB

Saturday, April 14, 2012

PINDAHAN PERTAMA

Kedatanganku disambut dengan teriakan para cowok-cowok yang bertelanjang dada di depan rumah sambil melambaikan tangannya. Motorku melaju dengan pelan dan aku pun segera menghentikan motorku di bawah pohon supaya aku terlindung dari panas matahari. Ketika akan ku ambil ponsel dalam tas warna ungu, terdengar suara teriakan itu dari belakangku. Tak jauh dari tempatku berhenti.
“Hai… Aylla… Disini.. Disini…” Suara itu datang dari belakangku. Spontan leherku berbalik ke belakang mencari sumber suara itu. Suaranya si Anang ternyata. Langsung saja memutar balik motorku.
Sampailah aku di depan sebuah rumah dengan lantai tekel warna hitam. Didepannya tertancap pagar besi bercat putih dan kelihatan sudah tua sekali. Karena warnanya sudah tak terlalu putih dan terlihat karat disana sini.

Tuesday, March 20, 2012

Diskusi Perpustakaan Umum Bojonegoro

Perpustakaan Umum Bojonegoro
Jum’at 09 Desember 2011 di Hotel MCM Bojonegoro diadakan diskusi yang membahas perpustakaan daerah di Bojonegoro. Diskusi dimulai Pukul 09.00 pagi yang dibuka oleh mbak Sekar, yang memberikan inisiatif supaya Perpustakaan bisa menjadi ciri khas dan penanda bagi pemerintah Bojonegoro. Diskusi kali ini diikuti oleh para pengurus perpusatakaan diseluruh daerah Bojonegoro, baik pengurus perpusatakaan desa maupun perpusatakaan sekolah. Serta komunitas yang mendukung adanya Perpusatakaan seperti BloggerBojonegoro dan Sindikat Baca.
Selanjutnya, acara diisi oleh Pak Mustam, selaku Kepala Perpustakaan Umum Bojonegoro. Yang merancanakan memperluas jangkauan perpustakaan dengan cara bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan

Saturday, March 17, 2012

Pengen Balik SMA lagi

Malam Minggu Di SMADABO
Malam minggu terasa berbeda karena aku bersama teman-teman dari Blogger Bojonegoro merayakan malam mingguan bersama anak-anak SMAN 2 Bojonegoro. Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan seorang wanita dengan tubuh yang agak gendut sebagai pembawa acara dan mengenakan baju warna biru muda dengan suara yang khas dan aku merasa suara itu sangat indah terdengar di kedua lubang kupingku. Tapi sayang, pasangan duetnya adalah seorang cowok alay dan lebay yang sepertinya tidak terlalu bisa mengimbangi obrolan bersama si baju biru. 
Acara di buka dengan penampilan salah satu group band sekolah. Meskipun gerimis mengundang namun siswa-siswi SMAN 2 tak henti-hentinya datang. Ada yang datang sama teman-teman ada juga yang datang bawa pacar. Ihiiir… Pengen!! Hehehehe… Grimis membuat suasana dingin. Tapi karena pembawa acaranya sangat heboh, dan bisa menghangatkan suasana malam minggu itu.

Friday, January 13, 2012

Curuk terpencil

Curuk di desa Krondonan
Perjalanan
Acara tahun baru yang seru bersama Komunitas Blogger Bojonegoro. Awal tahun yang sangat menakjubkan dan tak akan terlupakan. Menghabiskan malam tahun baru di desa terpencil, dipucuk gunung yang dikelilingi hutan belantara. Sungguh pengalaman menarik yang sangat sayang untuk dilewatkan. Disebuah desa terpencil, yaitu desa Krondonan kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro ternyata terdapat sebuah curuk yang tingginya sekitar 15 meter. Untuk menuju ke lokasi, kita harus dan wajib melewati pematang sawah milik penduduk. Disepanjang perjalanan kita disuguhkan hamparan hijau tanaman padi milik penduduk serta berbagai tanaman palawija, seperti jagung dan umbi-umbian. Dengan menempuh jarak sekitar 2,5 meter dari SMPN 2 Gondang kita bisa menikmati hijaunya hamparan luas pegunungan, sawah dan ladang disekitarnya. Mungkin tak banyak yang tahu tentang keberadaan curuk yang ada di desa Krondonan itu, karena aksen jalan menuju kesana yang relatif sulit.

Thursday, January 12, 2012

Waduk pacal

Pintu Waduk Pacal
Area Waduk Pacal
Wisata waduk pacal terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Jaraknya kurang lebih 35 Km dari arah selatan ibukota Kabupaten Bojonegoro. Untuk menuju kesana kita bisa menggunakan kendaraan pribadi motor/mobil, bahkan kita juga bisa menempuh perjalanannya dengan menggunakan angkutan umum jurusan Bojonegoro-Nganjuk. Setelah sampai di pertigaan kita bisa berjalan kaki sejauh 2 km.
Sampai di lokasi waduk pacal kita disuguhi panorama alam yang indah. Hamparan air yang melimpah serta hutan jati yang sejuk. Sungguh sangat memanjakan mata yang memandangnya. Bangunan

KOPI DARAT di Bass FM

Suasana Kopi Darat Di Bass FM
Awal tahun 2012 adalah awal tahun yang menakjubkan untuk Aylla. Ada banyak hal baru yang ku dapat. Malam tahun baru ku habiskan bersama teman-teman dari Blogger Bojonegoro yang mengadakan event yang bertemakan "MERAJUT ANGAN DIAWAL TAHUN 2012". Dan Aylla pulang ke rumah pukul 17.00. Capek banget habis ikut acara dari ujung ke ujung, tapi bener-bener seru banget. Jam19.00 acara kopi darat di Bass FM sudah dimulai. Karena Aylla kecapek'an dan tertidur sampai jam 20.00, jadi Aylla datangnya telat. Ada satu narasumber yang terakhir yang masih bisa Aylla lihat. Seorang ibu muda dan cantik rupawan bernama ibu Heni, beliau adalah pemilik toko on-line yang memiliki pengunjung teramai se-Bojonegoro. Keren banget!! Dari usaha keci dan modal yang didapat dari kepercayaan dari keluarga. Beliau merintis usaha kecilnay tersebut.

Tuesday, January 10, 2012

Perjalanan menuju Malang #OBLONGMERAHMUDA

Didalam kereta api ekonomi jurusan Bojonegoro-Surabaya. Aylla duduk berempat dalam satu jejer tempat duduk. Mas Arif, Aylla, Dedek, dan Om Praw. Untung aja orangnya kecil-kecil jadi bisa dipake duduk berempat. Kalau dibayangin sich pasti bakal males dan wegah. Tapi kalau sudah menjalani sich asyik-asyik aja. Banyak sekali para pedagang asongan yang hilir mudik menyusuri sepanjang lorong gerbong gereta api. Mereka beraneka ragam, ada yang berjualan camilan, beraneka ragam es, kopi panas, koran, kacang-kacangan, nasi, gorengan, dan masih banyak lagi, kalau tak sebutkan semua malah akan memenuhi postingan. Tak ketinggalan pula para pengamen jalanan pun ikut meramaikan kereta yang kami tumpangi saat itu. Lagu khas para pengamen pun dilantunkan seiring dengan bejalannya kereta menyusuri rel-rel tua sepanjang jalan.

Monday, January 9, 2012

Peserta Blogger Bojonegoro di #OBLONGMERAHMUDA

Faun
Aylla
Arifali
Vira

KORUPSI SErb Rupiah #OBLONGMERAHMUDA

Pertama kali naik Kereta api, dan hampir ketinggalan kereta gara-gara Tiketnya ketinggalan dirumah. Rombongan Blogger Bojonegoro yang terdiri dari Aylla, Arifali, Om Prawoto, Dedek, Farid, dan Faun. Namun naas karena gara-gara ganti sual Mas Faun tertinggal di stasiun. Kasian banget ya!! 
Meskipun naik kereta api ekonomi jurusan Bojonegoro-Surabaya, perjalanan sangat menyenangkan buatku. Menyisakan cerita-cerita keharuan, kegembiraan dan banyak hal baru yang ku dapat.
  1. Harus rela duduk dengan orang yang tak dikenal.
  2. Asap rokok dimana-mana mengganggu pernafasan dan pemandangan
  3. Harus rela berdesak-desakan dengan penumpang lain.
  4. Banyak banget pedagang yang hilir mudik menawarkan dagangannya.
  5. Bisa dapat kenalan baru dan cerita baru dari penumpang lain.
  6. Dan msih banyak cerita lainnya.
Ketika itu Aylla ketemu sama seorang nenek tua bersama keponkana perempuan dan suaminya. Nenek tua itu adalah seorang istri pensiunan Masinis kereta api, beliau menceritakan tentang pengalamannya bepergian kemana-mana menggunakan kereta api. Dengan Menunjukkan Kartu Bukti diri, maka beliau pun tak perlu membeli karcis kereta api. Aylla dan teman-teman membeli 6 karcis, dan hanya terpakai 5 karcis karena Mas Faun ketinggalan. Dengan harga 4rb rupiah, padahal di karcis tersebut tertuliskan Karcis itu hanya seharga 3rb, sudah termasuk pajak dan asuransi jiwa. Lalu yang Seribu itu untuk apa? Ini yang perlu di pertanyakan? Kalau tidak ada rincian yang jelas, bukankah itu termasuk dengan sebuah "KORUPSI" ? 

Oleh-oleh dari Bojonegoro #OBLONGMERAHMUDA

Ledre Khas Bojonegoro
Pulang kuliah, Dedek dan Mas Arif pergi ke Kantin buat beli nasi pecel untuk Farid yang dari Jum’at malam berada di basecam Blogger Bojonegoro.  Dan Aylla tentu saje mengikuti mereka dari belakang. Belum ada 5 menit kita bertiga sudah sampai di Basecamp, karena Basecam kita memang dekat dengan kampus. Nasi Pecel langsung diberikan pada Farid, dan ternyata diBasecame juga sudah ada mas Faun yang lagi On Line di depan komputer. Sampai Basecame, Aylla, Dedek, dan Mas Arif pergi menuju sebuah toko yang menjual segala macam camilan dan makanan khas Kota Bojonegoro. Makanan Khas Bojonegoro yang paling terkenal salah satunya adalah “LEDRE”. Ledre adalah makanan khas Bojonegoro. Berbentuk gapit (seperti emping gulung) dengan aroma khas pisang raja yang manis. Sangat tepat untuk teman minum teh atau dan sajian tamu atau untuk oleh-oleh. Perbedaan ledre dengan gapit yaitu ledre lebih halus, lembut dan aroma pisangnya menyengat, sementara gapit agak kasar. selain dari pisang raja ledre juga bisa terbuat dari

Wednesday, January 4, 2012

Foto Kejadian Seru Dari Ujung Ke Ujung

Kaki Mas Fadli Kram di perjalanan mendaki gunung pandan, dan Mas Arif membantu memberi pertolonga

DARI UJUNG KE UJUNG PART II "GUNUNG PANDAN"

Pesera Njongok Wisata
Nah... Inilah Agenda yang selalu ditunggu-tunggu para anggota Blogger Bojonegoro Njungok wisata “Dari Ujung ke Ujung” 31 Desember 2011 – 1 Januari 2012. Bertepatan dengan adanya pergantian malam tahun baru. Kali ini para Blogger Bojonegoro ingin merayakan pesta pergantian tahun dengan kemeriahan yang lain dari yang lain. Bagaimana tidak? Biasanya para warga masyarakat pada sibuk berbondong-bondong menuju kota untuk menyaksikan pesta kembang api yang megah dan mewah. Namun, kali ini Blogger Bojonegoro malah lebih memilih untuk merayakan malam pergantian tahun di desa terpecil yang terletak di desa Krondonan.
Mancing di Waduk Pacal
Sabtu, 31 Desember peserta Njungok wisata berkumpul di “Warnet Option” jam 10 pagi untuk persiapan semua perlengkapan dan perlatan yang akan dibawa sebelum berangkat. Dan akan lebih rame lagi karena Njungok wisata kali ini kita ditemani dengan anak-anak PAKUPALU (kelas 3 IPA 3) SMAN 2 Bojonegoro. Jumlah peserta ada 22 orang, dari Blogger Bojonegoro 15 orang dan 12 orang dari SMAN 2 Bojonegoro. Berangkat dari Bojonegoro jam 11 siang. Tempat tujuan yang pertama adalah Waduk Pacal.
Sampai di Waduk Pacal sekitar Jam 12 Siang. Tempat yang sangat Indah menurut Aylla. Karena itu memang baru pertama kalinya Aylla pergi kesana. Bendungan air dengan pemandangan yang sangat indah dipandang mata. Tujuan kita ke Waduk pacal sebenarnya adalah untuk memancik Ikan. Namun, hanya 1 ikan yang didapat oleh salah satu Anak SMA2 Bojonegoro, itupun ikan kecil yang tak ada dagingnya pula jika di bakar . Itu memang sangat menyedihkan! Tapi rasa kecewa karena tak dapat ikan telah terobati karena pemandangan di waduk pacal yang indah dan asri. Ternyata banyak pengunjung khususnya para pemuda pemudi yang menghabiskan waktu