Saturday, March 10, 2012

Ceritaku Bersama Dedek


Dedek
Dedek itu adalah M. Rifai. Kayaknya gak nyambung banget ya? Nama panjang sama nama panggilannya. Dedek adalah orang yang paling sering bersamaku. Setidaknya selama kuliah, dia yang paling sering berada di dekatku dan sering terlihat bersamaku. Berangkat kuliah bareng, pulang juga bareng. Udah kayak kakak adik gitu!
Pertama kali ketemu Dedek, hmm!! Menurutku dia itu terlalu banyak ngmong. Waktu itu, masih pra kuliah. Selesai materi pra kuliah di berikan. Eh, dia nyuruh semua anak-anak jangan pulang dulu. Disuruh kumpul dulu dengerin dia ngmong. Aku sich yang gak peduli langsung keluar aja. Hehehehehe… Mungkin waktu itu Cuma aku satu-satunya cewek yang buru-buru nyelonong keluar. Dan mungkin saja waktu itu Dedek benar-benar jengkel sama aku. Hahahaha… Aku si gak peduli. Toh, aku juga tidak mengenalnya. Jadi, bodo amat!! Hehehehehe
Setelah pra kuliah selesai. Akhirnya kuliah pun sudah di mulai. Menurutku Dedek itu… Gimana ya?? Aku juga baru mengenalnya. Karena gak tau namanya, Aku selalu memanggilnya “Mas”. Tapi aneh juga sich, kalau manggilnya Mas Dedek. Udah mas, ngapain ditambahin Dedek. Lama-lama jadi kebiasaan manggil Dedek juga kan sampai sekarang. Dulu mungkin Aku gak terlalu peduli sama teman-temanku. Apalagi memperhatikan mereka. #SokCuek penyakit waktu SMK masih kebawa. Karena sering bareng sering ketemu. Akhirnya kebawa have fun kalau bareng sama teman-teman kuliah #ProsesAdaptasi. Dedek, mas Nanda, mas Arif, duduk dan ngobrol-ngobrol di depan kelas. Ngajakin ikutan acara Pesta Blogger di Sioarjo. Karena aku masih kerja di PCB, jadinya aku tak akan bisa ikut dan meninggalkan pekerjaanku begitu saja. Aku tahu, mereka itu anggota Blogger Bojonegoro, yang paling sering mengoleksi dan mengenakan beranekaragam pin pin yang gak jelas di tas mereka, pikir ku dulu!
Waktu aku masih kerja di PCB, aku gak sengaja browsing internet dan menseach “Komunitas Blogger Bojonegoro”, dan akhirnya Google pun memunculkan sebuah situs web dan aku pun segera mengkliknya. Membaca-baca isinya, ada apa aja sich disana itu. Ketika aku membuka semacam “Struktur Organisasi” nya aku benar-benar kaget seketika itu juga. Bagaimana tidak disitu, dibagian atas, tentu saja ketua terlihat sebuah foto yang tidak asing terpampang disana, itu “Dedek”! Haa?? Dedek?? Masya’Allah!! Apa itu tidak salah ya?? *sambil geleng geleng kepala. Hmm!! Serius itu Dedek. Aku benar-benar tidak menyangkanya, aku kira Dedek itu hanya seorang anggota Blogger yang biasa saja, tapi ternyata dia adalah ketuanya. Benar-benar tidak pernah terpikirkan dalam kepalaku. Masalahnya! Aku hampir setiap hari ketemu dia, setiap hari ngobrol sama dia, Eh eh eh kalau ngbrol si jarang. Benar-benar gak nyangka kalau Dedek itu ketua Blogger #Keren.
Dedek itu seorang cowok dengan badan yang tidak besar, bahkan dia sedikit lebih tinggi dari tinggiku. Padahal orang-orang bilang, aku itu nggak tinggi. Hehehehe… Dedek punya kulit yang gak putih, tapi aku juga gak bilang kalau dia item. Dia punya kulit sawo matang, khas orang Indonesia bangets deh! Kecokltan gitu. Badannya kurus, meskipun gak kurus kering tapi setidaknya dia termasuk dalam orang yang kurus menurutku. Kadang, aku pikir dia juga bukan cowok yang punya tenaga yang kuat. Meskipun dia tidak lemah, tapi dia itu sama sekali tidak terlihat bugar #GakPernghOlahRaga. Hari-harinya hanya dihabiskan untuk duduk di depan computer. Benar-benar bukan orang yang punya gaya hidup sehat. Makan pun keliatannya gak teratur #SakSempete. Setahuku dia juga punya kebiasaan tidur pada sore hari. Tidur malamnya pun tidak teratur, bahkan dia bisa sampai tidur pada pagi harinya benar-benar gaya hidup yang tidak sehat bukan?
Bulan November aku memutuskan untuk berhenti bekerja di PCB. Beberapa hari setelah itu, aku ditawari dedek untuk ikut bersama dia berkumpul sama teman-temannya di SMAN 2 Bojonegoro. Minggu, 13 Nopember 2011 aku ikut bersama Dedek kumpul dengan teman-temannya yang lebih sering disebut “Njungok”, disitu aku ketemu sama orang-orang baru kecuali Dedek, Mas Nanda, Mas Tutur dan Mas Arif. Yang paling banyak ngmong waktu itu adalah Om Praw, aku yang tidak tahu apa-apa hanya mendengarkan dan memberikan senyuman saja. Aky juga tidak tahu kenapa Om Praw mengatakan pada semua yang hadir kalau aku adalah anggota baru Blogger Bojonegoro. Seketika itu juga aku benar-benar sangat kaget, karena aku sendiri tidak terlalu memahami apa itu Blog. Meskipun sebelumnya aku sudah punya Blog yang ku buat asal-asalan saja sich. Karena sudah terlanjur, apa mau dikata. Sudah gabung dan ikut bersama Komunitas Blogger Bojonegoro untuk membangun bojonegoro, meskipun aku bukan orang bojonegoro.
Ikut bergabungnya aku dengan komunitas Blogger Bojonegoro membuatku semakin dekat dengan dedek. Setidaknya aku jadi sering bersama-sama dengan dia. Setiap berangkat kuliah, aku selalu menjemputnya, kalau pulang juga bareng. Karena aku pada dasarnya suka ngomong, aku sering ngajak dia ngobrol sesuatu, yang bahkan itu tidak penting, setidaknya bisa sedikit mencairkan suasana. Aku juga pernah ikut Lomba Menulis Surat Untukmu Guruku yang diadakan Blogger Bojonegoro dalam rangka memperingati hari Guru Nasional. Karena dosen-dosen gak terlalu kenal dan aku juga sama sekali tidak punya guru favorit yang tinggal di Bojonegoro, akhirnya aku menulis surat yang kutujukan untuk dedek sebagai ungkapan rasa terimakasihku selama ini.
Memang dedek bukan orang yang pertama mengajariku membuat Blog. Karena untuk membuat Blog itu mudah menurutku. Hanya saja, aku tidak tahu harus mengisikan apa di dalam blog ku tersebut. Yang paling membuatku tertarik pada blog adalah templatenya. Kali ini si dedek lah yang mengajariku mengganti template blog supaya lebih menarik. Dedek juga mengajariku cara menambah widget ke dalam blog. Lalu, apalagi ya?? Banyak deh pokoknya! Gak perlu ditulis semuanya.
Gara-gara nulis surat buat Dedek, Mas Faun jadi membuat gossip kalau aku itu ada rasa sama Dedek. Wahh!! Nyebelin banget sich dia itu. Tapi sebelumnya juga pernah sich. Fotoku waktu SMK diFb di download lalu di upload lagi dan di tag ke beberapa orang dan dibilang aku adalah pacarnya dedek. Aku juga nemu Foto ku itu gak sengaja, waktu lagi lihat-lihat fotonya Mas Arif. Ndeh, kok nyampek albumnya si Faun. Jadinya aku sering dibicarain kalau pacaran sama dedek. Dasar gila!! Hemm!! Aku si cuek dan gak peduli si, biarin aja orang mau bilang apa. Memang aku belum punya pacar, tapi bukan berarti kalau setiap hari deket sama dedek lalu aku suka sama dia. Kalau suka ya suka, maksudnya itu yang mendekati cinta-cintaan gitu!! Gak kepikiran sama sekali di otakku. Lagian aku menganggap Dedek itu sudah seperti sahabat dekat yang sudah lama ku kenal. Yach, meskipun baru beberapa bulan kenal sich. Dan semoga dedek juga merasakan hal yang sama sepertiku. Karena aku tahu, meskipun dedek mencoba menutupinya dari semua orang. Aku tahu, dia masih sayang sama Mantannya yang mirip sama Mbak Endah itu. Kebersamaanku bersama Dedek berjalan lancar. Ya, karena Dedek gak punya pacar, aku jadi bebas dekat dan setiap hari bersamanya. Maklum saja, aku sudah terlalu sering dan sudah sangat bosan mendapatkan teguran dari pacar-pacarnya teman-teman cowokku. Ada untungnya juga Dedek gak punya pacar ya! Bukan berarti aku mau menggantikan posisi pacarnya yang dulu. Meskpipun itu mungkin saja terjadi. Tapi semoga saja tidak, kalau aku pacaran sama dia. Hmmm!! Pasti aku bakal susah dech! Soalanya dedek makannya banyak. Hehehe… bukan begitu juga. Orang pacaran itu pasti ada waktunya buat berantem dan salah paham. Ya, kalau cepet baikkan. Karena aku orangnya keras kepala, pasti akan susah banget. Aku berharap kita akan menjadi sahabat selamanya saja. Itu lebih menyenangkan. Karena takkan ada pertengkaran yang bisa membuat kita bercerai.
Aku paling gak suka sama dedek adalah dia itu kalau makan kayak cewek. Lamaaaaaaaaaaaaaaaa banget, kayaknya mau saingan sama aku dech! Makanya mas Nanda pernah bilang sama aku, Dedek kalau makan jangan diajakin ngobrol biarkan bergelut dengan makanan yang ada di depannya, kalau diajakin ngobrol malah makin lama habisnya. Kadang-kadang kalau aku ngeliatin dia makan malah gak tahan kok! Rasanya pengen nyuapin dia, supaya makanannya bisa cepet habis. Soalnya kalau anak kecil disuapin ibunya, pasti kalau makan jadi cepet. Nah lho! Emank aku ibunya dedek ya?? Rasanya memang sudah hampir seperti ibunya. Karena aku itu juga sering marah-marah sama dia, biasanya yang suka ngomel-ngomel kan ibu-ibu ya. Aku juga sering bangunin dia tidur! #SampekBosen.
Baru beberapa bulan kenal dan sering bareng dedek. Mungkin aku tidak tahu banyak tentang dia. Hanya sedikit yang ku tahu. Setahuku dedek punya seorang Adik perempuan yang masih SMA. Ayahnya sudah tidak lagi di dunia ini, tapi selalu ada di hatinya Dedek. Ibunya, hmm! Kata Dedek dia tidak tahu keberadaan ibunya. Pasti dia merasa sangat kehilangan dan kekurangan kasih sayang seorang ibu. Kali ini dia membuatku sangat bersyukur karena aku diberikan orang tua yang selalu ada bersamaku dan selalu menyayangiku. Pelajaran yang bisa diambil dari kehidupan si Dedek. Tidak hanya itu. Dedek tinggal di Option Net, semua hal dilakukan disana. Dari Makan, minum, mandi, pipis, eek, tidur, muntah, ngenet, ngupil, dll dilakukan disana semua. Dianggap seperti rumahnya sendiri. Masih ingat pada hari ketika aku mau berangkat kuliah. Pasti menghampiri Dedek dulu di Warnet. Tapi Dedek tidak ditemukan di tempat operator maupun biling warnet. Kata Mas cacing Dedek masih tidur dilantai atas. Akhirnya aku pergi menghampirinya ke lantai atas. Menaiki satu per satu anak tangga. Yang kulihat hanyalah gelap dan suasana sunyi sepi. Disekeliling ruangan itu tak ada barang-barang selayaknya seperti tempat yang ditinggali seseorang. Terlihat ratusan botol minuman berserakan dipojok belakang ruangan itu, sangat berantakan dan tidak terurus. Selain botol minuman yang berserakan. Aku juga melihat sebuah kursi kayu yang panjang dengan posisi tergeletak di lantai. Dan tak ada lagi barang yang ku lihat di ruangan itu. Lha Dedek dimana?? Ternyata Dia terlelap diatas kursi yang tergeletak itu. Haa?? Aku kaget dan sangat terkejut seketika itu juga. Dedek tidur di tempat seperti itu? Ini benar-benar membuatku tidak percaya. Tapi, kenyataannya memang seperti itu. Aku bahkan takut berada sendirian di tempat seperti itu. Tapi, Dedek bisa tinggal di tempat seperti itu. Bahkan tidak ada kasur sebagai alas untuk tidur, dia hanya menggunakan kursi kayu panjang yang tergeletak di lantai. Ketika melihat keadaan seperti itu aku benar-benar kasihan sama Dedek, ternyata selama ini dia hidup dengan keadaan yang benar-benar menyedihkan. Itu menurutku! Meskipun aku tidak tahu apa yang Dedek rasakan dalam hatinya. Sekali lagi dia membuatku dapat mensyukuri kehidupan. Seadainya aku berada di posisi Dedek. Hmmm,,, entahlah! Aku bahkan tidak bisa membayangkannya.
Dedek pernah cerita, dia itu lulusan SMK jurusan otomotif. Dia dulu pernah bekerja di counter telepon seluler, dia pernah bilang sama aku. Kalau dia bisa memperbaiki Handphone yang rusak, tapi yang model lawas. Maklum saja, karena perkembangan HP yang sangat pesat membuat selalu diproduksinya HP baru dengan segala macam tipe. Sudah 3 tahun Dedek berada di dunia yang sekarang ini digelutinya. Di dunia website, dan pantas saja dia menjadi Ketua Blogger Bojonegoro. Aku benar-benar takjub padanya. Sekarang ini sepertinya Dedek dapat lebih menikmati kehidupannya bersama internet yang selalu menemaninya sepanjang hari. Dedek pernah bilang kepadaku kalau dia tidak dapat hidup tanpa internet walaupun hanya sehari saja. Aku bisa mengerti tentang itu.
Ternyata Dedek adalah seseorang yang tidak terlalu banyak ngomong, tidak seperti apa yang ku kira sebelumnya. Dia bahkan jarang ngomong sama aku kalau nggak aku yang mencerewetinya. Terlebih lagi aku memang orang yang tidak bisa diam jika aku sedang bersama seseorang yang sudah ku kenal. Karena ternyata Dedek itu jarang ngobrol sama Mbak Lely meskipun mereka setiap hari selalu bertemu #Heran. Yach, karena Mbak Lely sepertinya juga seorang yang pendiem. Makanya mereka jarang ngbrol meskipun selalu bersama.
Dedek itu selalu membuatku heran. Kenapa ada banyak sekali orang di Bojonegoro yang dia kenal? Dia punya banyak sekali teman. Kali ini dia benar-benar membuatku iri. Aku bahkan tidak punya teman sebanyak temannya Dedek. Dimanapun dan kemanapun aku pergi sama Dedek ada saja yang menyapanya. Udah kayak artis aja ya! Dedek memang selalu membuatku kagum. Dia baik, dia ramah, dia sabar, dan selalu tenang ketika menghadapi suatu masalah. Tidak sepertiku, ketika aku dapat masalah sedikit saja sudah rebut dan bingun sendiri.
Hal hal yang tidak aku suka dari Dedek, Dia sering membuatku kesal gara-gara menunggu. Apalagi kalau berangkat kuliah, dari rumah aku biasanya sudah telat beberapa menit. Sampai di Warnetnya Dedek, dia bahkan kadang-kadang masih tidur. Maklum saja si, memang dia
kadang-kadang tidur sampai pagi. Tapi kadang-kadang meskipun sudah bangun dan sudah siap untuk berangkat, dia itu kadang-kadang masih asyik dengan komputernya. Satu hal yang paling tidak aku suka, setahuku dia itu tidak pernah sholat 5 waktu. Itu memang masalah pribadinya, tapi karena aku memang orangnya itu tidak bisa diam tentu saja aku menanyakannya pada Dedek kenapa gak pernah sholat? Sedangkan setahuku dulu dia pernah bersekolah di MTs. Juga pernah ngaji di pondok pesantren, tentu saja dia tahu tentang agama. Tapi sepertinya dia menutup mata dengan apa yang dia tahu dan berpura-pura tidak tahu dengan apa kewajiban seorang muslim selama hidup di dunia ini. Ketika aku menanyakan hal itu, Dedek malah nyuruh aku Tanya ke Mbak Lely. Ya, aku tanyakan saja kepada Mbak Lely, malah Mbak Lely bilang tidak tahu dan hanya mengatakan kalau “Dedek iku angel kandanane nak masalah iku”. Lalu, aku pun bertanya lagi sama Dedek. Kenapa dek? Kenapa? Dan dia malah menjawab. “Aku lagi marah sama Tuhan”. Seketika itu aku benar-benar sangat terkejut dengan jawaban yang keluar dari mulut Dedek. Ini memang bukan urusanku, tapi sebagai seorang teman yang selalu ada bersamanya setiap hari tentu saja aku merasa sangat sedih. Jadi, selama ini yang Dedek rasakan, kesabaran, ketabahan, dan ketidakputusasaannya itu hanyalah sesuatu untuk menutupi segala kesedihan di hidupnya. Dek, tentu saja kamu tahu siapa yang menciptakanmu dan siapa yang memberimu kehidupan. Aku memang belum pernah mengalami kehidupan sekeras dirimu Dek. Dan aku tahu kesedihan yang melanda dirimu selama ini, meskipun kamu berusaha menutupinya dari semua orang, tapi aku selalu menemukan seberkas kesedihan di wajahmu itu. Tapi, tidakkah kamu ingat sekali lagi, bahwa Tuhan selalu ada disampingmu. Selalu ada menemani hari-harimu. Bagaiman kamu bisa bahagia jika kamu merasa jauh dari Tuhan. Sedangkan bahagia itu akan muncul ketika kamu bisa menikmati dan mensyukuri segala sesuatu yang dilimpahkan oleh Tuhan kepadamu. Kalau kamu jauh dari Tuhan, lalu bagaimana kamu bisa menikmati kehidupan yang diberikan Tuhan kepadamu? Ingat lah Dek, hidup di dunia ini hanya sementara. Bapak kamu sudah tidak ada lagi di Dunia ini, dia tidak butuh apa-apa di alam sana. Dia hanya butuh anak yang soleh yang bisa mendoakannya sepanjang waktu. Kalau bukan kamu, siapa lagi yang akan mendoakan Bapakmu Dek? Semoga kamu bisa mengerti dengan apa yang ku tulis ini. Aku berharap kamu bisa membuka mata hatimu dan segera mendekatkan diri kepada yang menciptakan dirimu. Selain itu aku juga berharap kamu masih mau mengajarikanku ilmu yang kamu punya. Tetaplah jadi yang terbaik untuk semua orang. Nah, kok malah jadi seperti ucapan selamat ulangtahun ya? Ya, pada intinya aku berharap kamu bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi semua orang yang ada disekitarmu. Dan tetaplah menjadi teman yang selalu menemani hari-hariku.

3 comments:

Dedexz said...

Terimakasih Atas Review-nya, semoga bisa membawa perubahan didiriku dan sehingga membuat orang lain lebih nyaman

Unknown said...

Apapun kamu, aku sich nyaman2 aja dek

RIfaun Naim said...

Sholat sholat dek rene tak ajari, siap ko........aylla perhatian banget wiwkwiwkwiwkwiki