Thursday, January 19, 2012

Belajar Filsafat lewat Novel

Sampul
Ada sesuatu yang tak terduga, ketika habis dari acara #OBLONGMERAHMUDA, tiba-tiba Blogger Bojonegoro ngadain Njugok mendadak untuk membahas masalah Lomba SEMI SEO Xlalu Cinta Indonesia. Dan Aylla melihat setumpukkan Novel milik Om Praw, sebenere Aku pengen pinjem yang jdulnya "Taman Api" tapi gak dibolehin. Dan ketika Aku melihat sebuah buku bersampul merah dengan gambar mirip wayang itu aku tergugah untuk meminjamnya, Eh ternyata dibolehin. Akhirnya tak pinjem deh Buku yang Berjudul Dunia Shophie, awalnya akan sangat membosankan membaca Novel seperti ini. Karena memang pertama kalinya Aylla membaca Novel Filsafat yang menguras pikiran itu.Novel itu cetakan Tahun 2006. Sudah cukup lama, padahal cetakan Awalnya adalah tahun 1996. Dan sekarang sudah tahun 2012. Tapi karena ceritanya yang sangat menarik untuk diikuti maka tak salah jika kamu harus membaca Novel terjemahan ini.


Ini adalah Sinopsis ceritanya:
Alkisah berputar di sekitar seoran gadis kecil berusia 14 tahun bernama Sophie Amundsen. Dia adalah seorang gadis yang hidup bersama ibunya sementara ayahnya yang seorang kapten kapal tidak dapat menemaninya di rumah. Awalnya, kehidupannya terbilang wajar seperti kebanyakan anak seumurannya yang pada umumnya lebih senang bermain. Kehidupan Sophie mendadak berubah semenjak ia mendapatkan sebuah surat misterius dari orang yang mengaku namanya sebagai Alberto Knox. Entah siapa orang itu, namun setiap hari surat-surat berisi pelajaran filsafat datang padanya. Selama berkala, Sophie memperoleh pendidikan filsafat dengan cara yang unik dari seorang yang sebelumnya sama sekali tidak di kenalnya. Dan seiring dengan bertambahnya pelajaran filsafat yang diperoleh, Sophie pun semakin penasaran dengan guru filsafatnya. Terlebih lagi, nama Sophie berada dalam percakapan kartu-kartu pos aneh yang dikirim oleh Albert Knag kepada Hilde Knag di kediaman Alberto Knox. Entah kenapa, dua orang tersebut seperti sangat mengenal Sophie sementaa tidak bagi Sophie untuk mengenal keduanya. Apakah ini ada kaitannya dengan pelajaran filsafat aneh yang diterimanya dari oang bernama Alberto Knox? Ataukah jangan-jangan ada rencana terselubung di balik pelajaran filsafatnya yang aneh? Semua misteri tersebut akan terjawab pada akhir cerita bertumpuk yang tak terduga alurnya.
Dalam buku ini, Jostein Gaarder menyajikan pelajaran filsafat dengan sangat unik. Seperti menganalogikan lego sebagai pemainan tercerdas yang pernah ada, topi pesulap yang dapat mengeluarkan kelinci, seekor kutu yang berada jauh tertutupi rambut, dan lain-lainnya dengan ilmu-ilmu filsafat yang populer di dunia. Terlebih lagi bahasa yang digunakan untuk ukuran ‘buku filsafat’ tergolong mudah untuk dicerna sehingga pembaca akan lebih merasa seperti sedang membaca novel ketimbang sedang belajar filsafat. Oleh karena itu, bagi kalian yang kurang menyukai filsafat, barangkali dapat menikmati alur cerita yang tidak mudah ditebak hingga akhir cerita. Kisah kehidupan Sophie akan bertumpuk dengan pelajaran-pelajarn filsafat yang diperoleh Sophie sehingga terkesan wajar jika dibaca.
Pun, sayangnya filsafat tetaplah filsafat. Tidak semua orang menyukai bacaan filsafat. Meskipun ada kemungkinan orang yang tidak menyukai filsafat akan menyukai novel ini, tidak dapat dipungkiri pula bahwa filsafat membutuhkan pemahaman yang mendalam sehingga hanya membaca novel ini tidak dapat menjadikan seseorang mampu menjadi ahli filsafat.
Jostein Gaarder adalah seorang penulis bekebangsaan Norwegia. Buku Dunia Sophie merupakan bukunya yang  dianggap paling sukses setelah diterjemahkan ke dalam lima puluh tiga bahasa di dunia. Jadi, bagi kalian yang memang suka berpetualang di alam buku, Dunia Sophie dijamin memenuhi kualifikasi sebagai buku yang wajib untuk dibaca.

Judul Asli: Sophie’s World
Judul terjemahan : Dunia Sophie
Pengarang: Jostein Gaarder
Tebal : 561 halaman
Penerbit : Mizan
Tahun Terbit :1996

1 comment:

HeruLS said...

Bukan sebuah buku yang mudah untuk dibuat sinopsisnya.